Pages

Tampilkan postingan dengan label Lintang Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintang Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2015

Situ Sukarame, Parakansalak


Situ Sukarame atau dalam bahasa Indonesia situ berarti danau Sukarame merupakan danau buatan peninggalan kolonial Belanda, nama Sukarame sendiri diambil dari nama kampung dekat situ tersebut. Situ Sukarame terletak di bawah kaki gunung salak sebelah selatan, tepatnya di kampung Sukarame kecamatan Parakansalak, Sukabumi. Situ Sukarame ini dikelilingi hutan damar, hutan pinus, dan kebun teh yang sangat indah. Adapun saung-saung kecil tempat berjualan dan saung-saung yang tersebar dibeberapa sisi situ untuk tempat beristirahat dan makan.

Minggu, 11 Januari 2015

Pesona Curug Cibereum


Curug Cibeureum ini memiliki ketinggian terjunan air 54 meter dan berada di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), dengan ketinggian sekitar 1050 meter dari permukaan laut (dpl). Lokasi Terletak di kawasan wisata alam ”Pondok Halimun/PH” di hulu Sungai Cipelang, tepatnya di Desa Perbawati dan Desa Sundajaya Girang Kecamatan Karawang, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat Berjarak +/- 10 km dari pusat kota Sukabumi.

Untuk menuju kawasan wisata Pondok Halimun ini ada dua. Pertama, dari arah Salabintana, dimana (bila menggunakan kendaraan umum) dari kota Sukabumi naik angkot jurusan Salabintana (sebelumnya dari terminal Sukabumi naik angkutan kota turun di Bhayangkara), dengan jarak tempuh sekitar 7 km dengan ongkos berkisar Rp 4000 per orang. Turun di pemberhentian akhir kawasan wisata Salabintana. Dari Salabintana lalu berjalan kaki melewati jalan setapak selama satu jam menuju Pondok Halimun dengan jarak tempuh sekitar 2 km. Akses masuk jalan setapak tersebut berada di sebelah kanan sebelum pintu masuk kawasan wisata Selabintana. Jalan setapak ini nantinya melewati pinggir kawasan tersebut. Kedua, langsung menggunakan kendaraan sepeda motor, mobil atau angkutan umum hingga ke pintu gerbang kawasan Pondok Halimun. Letak Curug Cibeureum ini sendiri sekitar 2,5 km dari pintu masuk Pondok Halimun. Ada dua trek menuju kesana. Jika memilih jalur lurus, pengunjung akan menemukan jalan setapak sepanjang 3,2 km. Sedangkan jika memilih jalur belok ke kanan pengunjung akan menemukan jalan berbatu yang bisa dilewati kendaraan. Jalannya lebih jauh memutar, namun bisa menikmati pemandangan Sukabumi dan Cianjur dari atas bukit. Dua trek ini berujung pada satu jalur yakni trek pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Medan jalan setapak menuju curug cukup lumayan sulit dan melelahkan.

Minggu, 04 Januari 2015

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa atau yang lebih dikenal dengan nama Klenteng Dewi Kwan Im terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Tempat ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat karena tempatnya yang cukup jauh dan terpencil. Vihara ini digunakan sebagai tempat ibadah untuk umat Buddha, tapi pengunjung dari agama lain juga boleh datang berkunjung maupun berfoto sesuai dengan ketentuan yang tertera di papan pengumuman yang ada di sekitar vihara.

Vihara ini menghadap langsung ke laut Samudera Hindia, jadi pengunjung dapat menikmati pemandangan yang indah terutama ketika sunrise dan sunset. Tempat ini didirikan tanggal 8 Agustus 2000 oleh Anothai Kamonwathin (lebih dikenal dengan sebutan Mama Airin), seorang Tionghoa Thailand yang sudah menjadi Warna Negara Indonesia.

Sebelum sampai ke pantai pelabuhan ratu anda harus belok ke arah kiri menuju pantai Loji, jaraknya sekitar 5 KM dari Pelabuhan Ratu. Kondisi jalan menuju vihara ini sangat rusak sehingga pengunjung harus berjalan pelan-pelan. Sebetulnya vihara ini didirikan oleh yayasan dan tidak dipungut biaya masuk. Tetapi pemda memungutan retribusi menuju vihara dengan biaya : Rp 3.000 untuk pejalan kaki, Rp 8.000 untuk sepeda motor, Rp 20.000 untuk sedan/jeep , Rp 30.000 untuk minibus, Rp 70.000 untuk mikrobus dan Rp 135.000 untuk bus besar.

Ketika sampai di vihara anda akan disambut dengan sepasang naga berkepala 7 yang ekornya mengelilingi tangga sampai ke atas. Untuk sampai ke puncak paling atas, anda perlu melewati sekitar 500 anak tangga. Selain patung naga adapun patung-patung lain seperti altar Dewi Bumi Nam Hai, altar Dewa Julaihud dengan beberapa patung Buddha kecil, altar utama Dewi Kwan Im. Lebih naik ke atas, terdapat Padepokan Eyang Semar, juga ada Padepokan Prabu Siliwangi, altar Phra Phrom, atau dewa Brahma berwajah empat, hingga adanya padepokan Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul, yang terletak di sebelah atas. Untuk masuk ke dalam, kita harus ijin dengan penjaganya untuk dibuka pintunya. Menurut legenda Tionghoa, Ratu Pantai Selatan adalah putri dari Raja Thailand ke-4.

Minggu, 28 Desember 2014

MUSEUM PALAGAN BOJONGKOKOSAN

Pertempuran Bojongkokosan 9 Desember 1945 merupakan pertempuran konvoi terbesar dan terdahsyat di Jawa sehingga sejak tahun 2004 Gubernur Jawa Barat menetapkan 9 Desember sebagai Hari Juang Siliwangi. Selain itu, sebagai tanda penghargaan terhadap para pejuang Sukabumi yang gugur dalam pertempUran tersebut maka dibuatlah sebuah museum Palagan Bojongkokosan.

Museum Palagan Bojongkokosan memiliki beberapa koleksi yang terbagi dalam dua ruang pameran. Pada ruang pamer I terdapat 4 (empat) buah vitrin dan baling-baling dan kaca jendela pesawat serta foto dan nama-nama pahlawan yang gugur di medan perang dalam peristiwa Bojongkokosan. Pada Ruang pamer II terdapat miniatur masterplan Palagan Bojongkokosan yang berada di tengah-tengah ruangan. Terdapat 7 Minirama (maket) yang menggambarkan tentang peristiwa di Bojongkokosan. Masing- masing menggambarkan dan diberi judul : 1. Penyusunan Kekuatan, 2. Musyawarah untuk melakukan tindakan, 3. Penyerbuan ke Perkebunan Cirohani, 4. Pertempuran Bojongkokosan, 5. Pemboman Cibadak oleh Angkatan Udara Kerajaan Inggris, 6. Pengusungan Jenazah dan yang luka-luka, 7. Pemakaman jenazah para pahlawan.

Museum Palagan Bojongkokosan ini berlokasi di Jalan Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi dan buka hampir setiap hari. Komplek museum ini mempunyai taman kecil dengan suasana sejuk karena ditumbuhi banyak pepohonan juga terdapat beberapa patung pejuang dan miniatur tank. Selain wisata sejarah anda juga dapat berwisata alam di tempat ini.

Minggu, 21 Desember 2014

Wisata Alam Situ Gunung

Situ Gunung merupakan sebuah lokasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal yang memiliki ketertarikan terhadap alam. Situ Gunung menawarkan pemandangan alam situ yang indah dilengkapi dengan keberadaan semak dan segala rupa flora yang ada didalamnya. Apabila Anda termasuk orang yang senang dengan wisata petualangan yang berbasiskan alam tentu wajib mengunjungi kawasan wisata Situ Gunung Sukabumi.

Dari lokasi parkiran kendaraan, Anda diharuskan berjalan kaki menuju lokasi situ dengan menyusuri hutan hijau dan jalanan berbatu yang terkadang licin terutama jika turun hujan. Anda akan melewati kontur tanah yang menurun sehingga dari atas Anda bisa menyaksikan padang rumput yang cukup luas dan pemandangan danaunya yang berair jernih. Ketika datang kesini jangan lupa sambil membawa bekal makanan untuk botram atau makan bersama sambil menikmati pemandangan hutan yang hijau disekitarnya. Atau kalau Anda tidak sempat menyiapkan makanannya maka bisa membeli yang sudah jadi seperti bakso, mie rebus atau jagung bakar. Sesampainya di tepi situ atau danau kecil, jika tertarik Anda juga bisa menyewa perahu untuk berkeliling di Situ Gunung. Dengan biaya hanya Rp 7.000 saja persatu putara/ orangnya maka Anda sudah bisa menyaksikan keindahan situ secara langsung. Tentu kesempatan tersebut jangan disia-siakan untuk berfoto dengan kamera yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Pergi kesini paling pas rasanya kalau dibarengi dengan kekasih atau orang yang sangat disayang supaya suasana syahdunya semakin terasa.

Akomodasi seperti Hotel atau penginapan di Situ Gunung yang sering di gunakan adalah villa Cemara, mengingat lokasinya yang berdekatan. Alamat situ gunung Sukabumi berada di Kecamatan Kadu Dampit, Sukabumi KPH Sukabumi: Jl. R. Martadinata 27, Sukabumi Phone: 0266- 221560 Fax. 0266-226045

Minggu, 14 Desember 2014

TAMAN REKREASI SELABINTANA

Sukabumi adalah salah satu tempat tujuan wisata yang populer di Jawa Barat. Karena lokasinya yang hanya berjarak sekitar 120 KM dari Jakarta, dan sekitar 100 KM dari Bandung, Sukabumi banyak dikunjungi oleh warga sekitar Jakarta dan Bandung, terutama pada hari libur dan akhir pekan. Ada banyak sekali tempat wisata di Sukabumi, terutama berupa wisata alam. Salah satunya yaitu tempat wisata Selabinta, taman rekreasi Selabintana yang berlokasi di kaki Gunung Pangrango adalah sebuah tempat wisata di Sukabumi yang menawarkan suasana hijau pegunungan, dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang wisata. 

Minggu, 07 Desember 2014

Keindahan Curug Bibijilan


 SUKABUMI, AKAR MELINTANG - (07/12) Curug bibijilan merupakan salah satu tempat wisata yang terletak di Kp. Lebak Nangka Desa. Mekar Sari Kec. Nyalindung Kab. Sukabumi. Curug Bibijilan menawarkan keindahan alam dengan deretan pepohonan yang masih hijau terawat beserta air terjunnya menjadikan tempat ini sebagai pilihan wisatawan untuk menikmati keindahan alam. Selain udara yang masih segar tanpa polusi karena jauh dari jalan raya, juga dapat menjadi pilihan alternatif bagi Anda untuk menyegarkan kembali pikiran Anda setelah lelahnya bekerja.

Minggu, 30 November 2014

Panorama Pantai Citepus


SUKABUMI, AKAR MELINTANG - Pantai citepus merupakan salah satu tempat wisata kabupaten Sukabumi yang tepatnya terletak di desa Citepus, kecamatan Pelabuhan Ratu yang menyimpan keindahan seperti pantai lainnya, pantai ini tidak kalah populer dengan pantai Pelabuhan Ratu yang letaknya tidak jauh dari Pantai Citepus ini. Pantai yang terletak di selatan pulau jawa ini menawarkan keindahan yang menawan. Dengan hamparan pasir yang indah, deburan ombak khas laut selatan menjadikan pantai ini sebagai pilihan wisatawan untuk berkunjung menikmati keindahan alam Pantai Citepus.

Pantai Citepus ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara khususnya pada akhir pekan maupun pada waktu liburan. Selain pemandangan alamnya yang indah dan menawan, kebersihan pantai ini pun masih terjaga dengan baik dapat di lihat dari bibir pantai yang bersih yang membuat para pengunjug semakin betah berlama-lama di pantai ini. Selain itu panorama matahari terbenam atau sunset yang indah menjadikan pantai ini sebagai tujuan pengunjung datang ke Pantai Citepus.

Minggu, 23 November 2014

ARUNG JERAM SUNGAI CITARIK




Sungai citarik menjadi idola setiap orang yang memiliki hobi berarung jeram karena arusnya yang deras juga ketinggian debit airnya sangat tinggi sehingga mempunyai tantangan tersendiri untuk berarung jeram.

Arung jeram citarik ini merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Kabupaten Sukabumi serta memiliki daya tarik tersendiri untuk para wisatawan, selain aman untuk para pemula dan peserta arung jeram akan di pandu selama mengarungi sungai dan pilihan jarak tempuh arung jeram pun berpariatif serta setiap peserta arung jeram yang mendaftar sudah termasuk: makan siang, kelapa muda, sertifikat, welcome drink, rafting equipment, transportasi lokal di citarik dan asuransi.

Minggu, 16 November 2014

PESONA PANTAI DI UJUNG SELATAN SUKABUMI


SUKABUMI, AKAR MELINTANG – 16/11/14 Pantai Ujung Genteng yang menyimpan keindahan tersembunyi. Mengapa disebut dengan keindahan tersembunyi? Karena pantai yang satu ini merupakan salah satu pantai yang indah namun berada di tempat yang terpencil dengan akses yang masih terbatas. Pantai Ujung Genteng terletak di ujung selatan Sukabumi yang berbatasan langsung dengan samudera Hindia tepatnya di Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Minggu, 09 November 2014

KAWAH RATU, EKSOTIS DAN MISTIS

SUKABUMI, AKAR MELINTANG - Gunung Salak memang menyimpan banyak keindahan. Banyak pula yang menjulukinya sebagai gunung penuh mistis. Gunung dengan vegetasi hutan yang rapat ini memiliki banyak sumber mata air, sehingga tak heran jika ditemukan banyak sekali curug (air terjun) di lerengnya. Ada lagi yang unik dari Gunung Salak. Kawahnya tidak terletak di puncak seperti pada umumnya gunung-gunung lain, tetapi ada di tengah-tengah gunung. Kawah inilah yang dikenal dengan sebutan Kawah Ratu.